Langsung ke konten utama
                             PEMUDA DAN SOSIALISASI





Jakarta - Seorang gadis remaja berusia 13 tahun asal Jakarta Utara dibawa lari oleh kenalannya di media sosial Facebook, hingga ke Ambon, Maluku. Selama 11 hari di bawah penguasaan pelaku, Jacobus (28), korban dicabuli. 

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Yuldi Yuswan mengatakan, kasus terungkap setelah orangtua korban melaporkan kasus tersebut ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) pada tanggal 30 Juli lalu.

"Awalnya korban berkenalan dengan tersangka melalui Facebook sekitar Mei 2016," ujar Yuldi dalam keterangannya kepada detikcom, Rabu (28/9/2016).

Setelah intens berkenalan, korban dan pelaku kemudian kopi darat pada tanggal 12 Juni 2016. Pertemuan disepakati di daerah Volker, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Saat pertama kali bertemu, korban disetubuhi pelaku dengan ancaman jika korban menolak maka orang tua korban akan dibunuh dan rumahnya akan dibakar," tambah Yuldi.

Korban disetubuhi di belakang sebuah SMP di Jl Ganggeng, Tanjung Priok, Jakut. Keesokannya, tersangka kembali menyetubuhi korban di lokasi yang sama.

"Kemudian pelaku membujuk korban dan mengajak korban pergi ke Ambon dengan mengiming-imingi akan memberikan sejumlah uang dan membelikan rumah di Bali," lanjutnya.

Hingga akhirnya tanggal 29 Juli 2016, korban dibawa ke Ambon oleh tersangka tanpa sepengetahuan orang tua korban dengan menggunakan pesawat.

"Pada tanggal 30 Juli 2016, orangtua korban membuat laporan permohonan pencarian korban," imbuhnya.

Setelah mendapatkan laporan orangtua, polisi kemudian melakukan pencarian terhadap korban. Tim Jatanras Polres Jakarta Utara bekerja sama dengan keamanan Bandara Soekarno-Hatta sehingga mendapatkan petunjuk bahwa korban dibawa ke Ambon.

"Berdasarkan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta, pelaku diketahui membawa lari korban ke Ambon dengan menggunakan pesawat," sambungnya.

Selama pencarian beberapa hari, akhirnya berbuah hasil. Tim berhasil membekuk tersangka yang sedang bersama korban di kawasan Gunung Nona, Ambon pada tanggal 9 Agustus 2016.

"Untuk tersangka kami jerat dengan Pasal 83 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau 332 KUHP (Penculikan Anak di bawah Umur)," pungkasnya.

  • OPINI

         Bahayanya terhadap media sosial berdampak buruk bagi masyarakat 
        karena tidak ada pengawasan dari orang tua tersebut.
  • SOLUSI
  1. Jangan gampang kenal dengan orang yang kita tidak tahu siapa dia sebenarnya
  2. Adanya pengawasan orang tua terhadap anak yang dibawah umur.
  3. Jangan terpengaruh dengan iming-imingan orang lain.


                                           (Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat)



    Nama: Sulthan Muhammad Rafli
    NPM:  17116186



Komentar

Postingan populer dari blog ini

              MANAJEMEN KEUANGAN UNTUK LAYANAN TI PENDAHULUAN DAN RUANG LINGKUP Tidak ada bisnis yang dapat bertahan lama, apalagi berkembang, jika gagal mengelola uangnya secara efektif. Seperti bisnis lainnya, penyedia layanan TI, baik yang dijalankan sebagai bisnis komersial atau tidak, membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik. Ia harus memastikan bahwa ia memiliki jumlah uang yang tepat yang tersedia untuk menjalankan rencananya, untuk memastikan bahwa ia memahami bagaimana uangnya telah digunakan, untuk menentukan apakah uang tersebut telah digunakan secara efektif atau apakah investasi baru yang diusulkan itu sehat. Perlu dipahami apa yang biaya layanan individu untuk menyampaikan dan bagaimana biaya ini harus dibagi di antara pengguna layanan, sehingga, antara lain, dapat menilai dampak perubahan permintaan dan retribusi biaya untuk penggunaan layanan jika sesuai. Manajemen keuangan adalah tentang menjaga sumber daya keuangan org...
              Anak dan remaja masa kini menghabiskan setidaknya empat jam sehari di depan komputer dan ponsel, menurut Palo Alto Medical Foundation. Mereka mengerjakan tugas sekolah, bermain game, berselancar di dunia maya, memantau media sosial dan mengobrol dengan teman-temannya . Lebih berisiko memiliki masalah mental Ini karena anak menjadi kurang aktif secara fisik. Berbeda dengan permainan anak-anak zaman dahulu seperti Tak Lari atau Adu Benteng yang menuntut kegesitan fisik, permainan di dawai hanya menuntut anak duduk, sedikit berpikir dan aktif memainkan jarinya. Menurut Texas Heart Institute, anak yang obesitas cenderung tetap obesitas ketika dewasa. Alhasil, risiko terkena penyakit berat seperti penyumbatan pembuluh darah, sakit   jantung , stroke dan   diabetes  juga meningkat. Dorong anak untuk meninggalkan dawainya selama minimal 30 m\enit sehari untuk melakukan permainan yang menuntut ketangkasan fisik.  G...

"Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit pada Mata"

"Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit pada Mata" Erianto Ongko STMIK IBBI Jalan Sei Deli No. 18 Medan 20114                                                     Jurnal TIME , Vol. II No 2 : 10-17, 2013 ISSN : 2337 - 3601     Latar Belakang                  Masalah penyakit sering terjadi pada anggota tubuh, bagian tubuh yang mudah terkana penyakit salah satunya bagian pengelihatan seperti rabun jauh dan rabun dekat. mata sangat sensitif,penyakit mata bisa terkena oleh semua umur dari balita sampai lansia. penyakit mata dapat disembuhkan dengan berbagai cara. tetapi banyak orang yang acuh terhadap mata,  Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit mata, keberadaan dokter mata yang jarang dan biaya pemeriksaan yang cukup mahal menjadikan kurangnya kesada...